14 March 2021

Makna Abtar di dalam Al Quran

Lafaz abtar adalah bentuk mudzakkar yang berasal dari kata kerja batira yang secara harfiah bermakna terputus atau terpotong. Bentuk muannats ialah batra, sedangkan bentuk jamaknya adalah butr.



Abtar mengandung beberapa makna, menurut kepada kata lain tempat sandarannya. 

Abtar bermakna terpotong ekornya, apabila disandarkan kepada ular, ia adalah ular yang pendek ekornya lagi jahat. 

Apabila disandarkan kepada pedang, maknanya pedang yang tajam.

Apabila disandarkan kepada orang, maknanya ialah orang yang tidak mempunyai keturunan, atau ia tidak memiliki kebaikan, atau ia dalam kerugian, atau setiap perkara yang terputus dari kebaikan. 

Apabila disandarkan kepada perbuatan, maknanya adalah berhenti sebelum menyelesaikannya. 

Apabila disandarkan pula kepada ilmu Sajak, maknanya ialah sajak yang sebahagian baitnya terhapus dan terpotong.

Kata abtar hanya sekali disebut didalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Kautsar [108:3]. 

Makna al abtar dalam ayat adalah Al Ash bin Waa'il sebagaimana yang disepakati oleh jumhur ulama karena ayat ini diturunkan kepadanya.

Menurut Ibnu Abbas, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al­ 'Ash bin Waa'il, dia melihat nabi keluar dari masjid ketika dia mau masuk. 

Lalu mereka berjumpa di pintu Bani Salim dan duanya bercakap-cakap. Pada masa itu, pembesar-pembesar Quraisy sedang duduk­ duduk didalam masjid. 

Ketika dia tiba di dalam masjid, mereka bertanya kepadanya, 

"Siapa yang bercakap denganmu? Al 'Ash bin Waa'il menjawab, 

"Beliau adalah abtar (yang tidak mempunyai anak)," maksudnya ialah Nabi Muhammad, dimana sebelum Abdullah, anak lelaki Rasulullah meninggal dunia, maka turunlah ayat itu.

Walau bagaimana pun, Allah memutuskan bagi orang yang mencela dan mengejek Rasulullah dari segala kebaikan. Ia berada dalam kerugian di dunia dan akhirat, tidak mempunyai penolong dari sanak saudara, tidak menggunakan hidupnya untuk kebaikan dan hatinya tidak menerima kebaikan. 

Demikian adalah sebagai balasan bagi mereka yang mengejek dan mencela apa yang datang dari Rasulullah.

Maka, abtar bermakna siapa yang tidak mempunyai keturunan, dan itu tidak berlaku kepada Rasulullah karena setiap yang lahir dari mukmin adalah anak dan keturunannya. 


Abtar juga dapat bermakna orang yang terputus dari segala kebaikan karena setiap yang menghina Nabi Muhammad terputus dari segala kebaikan baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana balasan ejekan yang dilakukan Al 'Ash bin Waa'il As Sahami kepada Nabi Muhammad.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:16


Share This

Situs Berita Daerah Terkini Update Setiap Hari facebook twitter youtube instagram external-link

0 Comments:

Berminat ingin menjadi penulis disini, silahkan kirimkan alamat email anda melalui halaman kontak kami.