19 February 2021

Kampus Merdeka dalam Menyongsong Society 5.0

Kampus Merdeka


Gelar wicara ini diselenggarakan dalam rangka Lustrum ke-XV dan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPPT) ke-75, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Melalui kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, perguruan tinggi dituntut untuk merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran secara optimal.




Seiring dengan perkembangan zaman, maka era revolusi industri 4.0 akan mulai tergantikan menuju era society 5.0. Era society 5.0 ini merupakan konsep human-centered society di mana manusia menjadi pusat dari semua perkembangan teknologi yang terjadi.

Gelar wicara ini membahas kesiapan konsep Kampus Merdeka dalam menyongsong era society 5.0 ditinjau dari sudut pandang pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan industri. Narasumber Gelar Wicara:
  • Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. – Dirjen DIKTI
  • Prof. Dr. Eng. Muhammad Aziz – Dosen & Peneliti di University of Tokyo
  • Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU., ASEAN Eng. – Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
  • Dr. Ir. Heru Dewanto, S.T., M. Sc. (Eng.), IPU., ASEAN Eng. – Ketua Persatuan Insinyur Indonesia
  • Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU. – Dekan Fakultas Teknik, UGM
Ikuti informasi pendidikan dan kebudayaan melalui kanal berikut:
  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: Kemdikbud_RI
  • Instagram: kemdikbud.ri
  • Facebook: kemdikbud.ri
  • YouTube: KEMENDIKBUD RI
Sampaikan pengaduan, saran, atau masukan melalui Unit Layanan Terpadu Kemendikbud di
http://ult.kemdikbud.go.id/

Share This

SD IT Nurul Jannah, adalah sekolah dasar berbasis islam yang merangkum antara pendidikan formal atau umum dengan pendidikan agama secara menyeluruh, sehingga harapan kami nanti, mampu menciptakan generasi yang mandiri, cerdas, serta berahklakul karimah

0 Comments:

Berminat ingin menjadi penulis disini, silahkan kirimkan alamat email anda melalui halaman kontak kami.